Pengalaman yang tidak menyenangkan

Hai teman2, akhirnya saya update blog ini yg sudah membatu karena udah lama ga di buka… hehehe
Alhamdulillah… Hari ini saya ke UIN untuk daftar ulang, saya sangat optimis, dan menganggap segala sesuatu akan berjalan ‘cepat’, karena kalo ‘lambat’ nanti cape, terus saya pasti jatuh sakit setelahnya T.T

Oh Tuhan, beginikah takdir yg harus terjadi (backsound: cetarrr~ cetarrr~ *petir)

Saya berangkat mengendarai sepeda motor butut kesayangan saya, sujuki shog*n :D
Eit, tapi saya duduk dibelakang~ :p saya diantar oleh pengawal istana, engga deng, sama babeh~ *babeh ini ayahnya nia, nia ini sepupunya ade saya :) )
Nah, kalo bingung harap dibaca ulang dari awal lagi :p

Ok, lalu setelah sampai kaki saya depan bank mini BRI di UIN, saya pun masuk dan membayar kewajiban saya sebagai maba. Lalu lagi, melangkahlah saya menuju gedung yg judulnya “Gedung Akademik”

Waw~~~
Pemandangan riuh riweh pun menyambut hangat, semua berdiri depan meja penerimaan maba. Setelah menginterogasi seseorang- yg saya lupa tanya namanya, saya diminta meletakan slip -gaji- bayaran dan kartu tanda -penduduk- peserta ujian di meja tsb…

Setelah menunggu oh menunggu~

4 jam kemudian

“Noo*ma Ap*iyani”

Saya pun segera menyambut hangat panggilan mesra itu. Dengan senyum bahagia macam dapat duit THR dari papih, saya pun sesegera mungkin mengisinya, 15 menit selesai dan sayapun dilarikan kerumah sakit UIN…

Bukan, bukan karena tiba2 pingsan, apalagi tiba2 mabuk kepayang sama tukang materai, tapi saya harus menjalani tahap 3 yaitu periksa kesehatan -ibu dan janin- *lol
Mengantri sebentar karena masih sepi, saya pun berkenalan dgn seorang wanita berkerudung hitam yg sekarang saya lupa wajahnya O_O
Namanya “Rahma”. Dia jurusan b.indonesia
Selesai disana saya pun dilarikan dgn menggunakan ambulance, no no no lagi2 bukan karena saya mimisan karena wanita tadi ataupun mimisan karena diperiksa tensinya, tapi karena saya harus menjalani tahapan selanjutnya yaitu ronsen. eh gimana tulisannya ya? Rontsen/Rontgen? O_O
Ya pokoknya itu lah… Saya melakukannya di sana, di dalam ambulance yg bertulisan GANJIL, serem bukan… karena saya bernomor 219, lol

Setelah distempel, saya ngacir ke Gedakad lagi, dan dgn sukses kecewa lahir batin, karena harus balik lagi untuk potokopi slip -gaji- bayaran dari bank RI…

TBC

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.